Minggu, 05 Juni 2016

BINATANG SESUNGGUHNYA DALAM NOVEL LELAKI HARIMAU KARYA EKA KURNIAWAN Oleh Ummi Anisa




Judul   : Lelaki Harimau
Pengarang       : Eka Kurniawan
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Terbit   : Agustus 2014
(sampul baru)
Harga  : Rp 45.000
Tebal   : 190 halaman
Ukuran            : 13.5 x 20 cm
Cover  : Softcover
ISBN   : 978-602-03-0749-7

Setelah mencapai sukses dengan novel Cantik itu Luka pada tahun 2002, Eka Kurniawan, seorang penulis dan komikus asal Indonesia yang lahir di Tasikmalaya pada 28 November 1975 kembali menyajikan sebuah karya fiksi beruapa novel yang lebih dari sekadar bacaan hiburan semata. Bagaimana tidak? inti permasalahan yang diangkat dalam novel Lelaki Harimau merupakan hal yang lazimnya pernah dirasakan oleh semua golongan masyarakat dan sangat sarat makna. Ya, dendam. Pada bagian belakang cover novel Lelaki Harimau, seorang pembaca pun mengatakan bahwa novel ini lebih licin dari novel Cantik Itu Luka.

Novel ini mengisahkan tentang seorang pemuda penggiring babi yang bernama Margio, yang sejak lama tengah memiliki dendam yang mengendap selama hidupnya kepada sang ayah, Komar Bin Sueb. Perilaku ayahnyalah yang kian waktu selalu menambah bobot dendam Margio. Margio yang tanpa sadar dirasuki oleh sosok Harimau yang diwarisi turun-temurun dari kakek dan leluhur sebelumnya. Harimau yang selalu berontak untuk membunuh ayah Margio ketika mengetahui si empunya tubuh memiliki dendam teramat besar pada ayah kandungnya sendiri.

Ketika membaca novel ini, sang penulis sukses membuat saya larut dalam penceritaannya yang sangat minim dengan dialog. Hal yang mengagumkan dalam novel ini adalah sisi penceritaan dengan alur campuran yang digunakan oleh Eka Kurniawan, kita akan dibuat menjelajahi seluruh rangkaian cerita dengan alur mundur dan maju yang berselang-seling namun tidak kentara  karena perpindahan bagian cerita yang dibuat sehalus mungkin. Paragraf demi paragraf selalu menghadirkan fakta-fakta yang menyambungkan kepada runut permasalahan yang menjadi pokok cerita tersebut, sampai akhirnya di halaman terakhir pembaca dapat mengetahui apa-apa faktor yang menjelaskan mengapa Margio tega membunuh Anwar Sadat dengan menggerogoti lehernya hingga nyaris putus. Bahasa yang dipaparkan dalam novel ini pun mudah dipahami namun ada beberapa kosakata berbahasa daerah yang tidak dijelaskan maknanya.

Dari keseluruhan novel tersebut, kemungkinan Margio tidak akan menghabisi nyawa Anwar Sadat jikalau semasa pacaran dulu Komar Bin Sueb menyempatkan diri untuk menulis dan mengirimi Nuraeni sepucuk surat. Yang karena hal tersebut, lantas membuat Nuraeni jengah dan rasa cintanya terhadap Komar Bin Sueb pun memudar; hilang tanpa bekas. Nuraeni secara terpaksa menikah dengan Komar Bin Sueb, membuatnya menjadi pribadi yang pendiam, kaku, dan suka berceloteh dengan panci dan peralatan dapur lainnya. Hal ini menjadikan Komar Bin Sueb selalu memukuli Nuraeni karena menganggapnya sinting namun tetap memaksa melayaninya ketika berahinya datang. Betapa hal tersebut membuat Nuraeni pilu kemudian ia berselingkuh dengan Anwar Sadat sehingga menghasilkan bayi bernama Marian yang hidupnya hanya bertahan selama 7 hari. Saat Margio mengetahui bahwa Marian adalah anak dari ibunya dan Anwar Sadat, lantas Margio meminta Anwar Sadat untuk menikahi ibunya. Dan kata-kata Anwar Sadatlah yang kemudian membangunkan Harimau di dalam diri Margio untuk membunuhnya. Kalimat terakhir yang ia ucapkan semasa hidupnya. Sesederhana itu. Asal mula masalah sepele yang akhirnya mengundang masalah besar.

Binatang sesungguhnya dalam novel Lelaki Harimau bukanlah sosok Harimau yang tengah bersemayam dalam tubuh Margio. Lebih dari itu, Eka Kurniawan ingin memaparkan sisi kebinatangan yang ada pada tokoh-tokoh di Lelaki Harimau. Sifat binatang yang tidak menggunakan akal sehat dalam bertindak, mengatasnamakan behari di atas segalanya, dan lain sebagainya. Seperti Komar Bin Sueb yang tanpa belas kasih selalu melayangkan serbuan tinju pada istrinya, Nuraeni. Juga tidak segan menumpahkan berahinya secara paksa. Pun sama halnya dengan Anwar Sadat, lelaki mata keranjang yang berhasil menyetubuhi Nuraeni sampai menghasilkan keturunan. Kemudian Margio sendiri yang atas nama dendam, ia membuat leher Anwar Sadat nyaris putus.

Bila ditilik dari sisi psikologis, keseluruhan tokoh seakan-akan mempunyai sifat yang sama. Mereka semua diam. Nuraeni yang diam atas perlakuan Komar Bin Sueb terhadapnya, Margio yang walau menyimpan dendam namun tetap diam dan manut saja kepada ayahnya. Mameh (adik Margio) yang hanya diam dan merasa serba salah atas semerawutnya keadaan dalam keluarga mereka. Anwar Sadat yang tak banyak omong namun lihai dalam mengambil hati wanita untuk memenuhi kepuasan berahinya. Agung Yudha (karib Margio) yang diam saja ketika Margio bercerita akan membunuh seseorang. Juga istri Anwar Sadat (Kasia) serta ketiga anaknya (Laila, Maesa Dewi, Maharani) yang diam saja dan terkesan acuh tak acuh walaupun mereka tahu bahwa suami dan ayah mereka adalah lelaki yang suka meniduri banyak perempuan.

Segala sesuatu yang setelah membaca Lelaki Harimau, tanpa sadar mengantarkan kita pada banyaknya pesan moral dalam novel ini. Tentang bagaimana seharusnya memanusiakan manusia, memberi jarak antara sifat manusia dengan binatang, dan lain sebagainya. Lantas bagaimana dengan sesuatu yang berwujud manusia namun berperilaku seperti binatang?

Lebih lanjut, penggunaan bahasa Indonesia yang terdapat pada novel ini sangatlah kaya dengan ungkapan, idiom, metafora, dan juga analogi. Di mana ragam bahasa tersebut tentunya dapat menambah kosakata bahasa si pembacanya. Namun, jika dilihat dari segi fisik, cover novel ini terlalu sederhana dengan warna yang cenderung mencolok. Juga penggunaan jenis kertas yang terlalu tipis serta font yang tidak terlalu besar. Ditambah dengan isi novel yang hanya sedikit sekali menayangkan dialog antar tokoh, yang pastinya akan sedikit menyusahkan pembaca ketika membacanya.

Dari Pencuri Hasil Kebun Hingga Menjadi Pencuri Perhatian Masyarakat: Sebuah Resensi Oleh: Ilham Fauzie



                                                                       
            Judul buku: Andy Noya – Kisah Hidupku
            Penulis: Robert Adhi KSP
            Penerbit: Kompas
            Edisi: Agustus 2015
            Tebal: 436 Halaman
            Harga: Rp 89.000
            Jika seorang tokoh yang terkenal karena selalu mengangkat kehidupan orang lain di layar televisi yang menginspirasi jutaan penontonnya, bagaimana tokoh ini mengangkat kehidupannya sendiri? Lewat buku biografi ini, Andy Noya, pembawa acara Kick Andy di Metro TV, menceritakan kisah hidupnya yang ditulis oleh seorang wartawan senior Kompas sekaligus sahabat Andy, Robert Adhi KSP (Panggil Aku King (2009), Banjir Kanal Timur Karya Anak Bangsa (2010), Rahasia Sukses Pengusaha Properti (2011), Johnny Widjaja, Cuplikan Kehidupan (2014), Bur Maras, Keturunan ke-13 Raden Patah (2015)). Perlu pendekatan lebih dari penulis ke Andy Noya agar Andy mau mengungkapkan kehidupannya lewat buku karena menurut Andy di satu sisi, dirinya akan menjadi `panggung’ bagi banyak orang. Padahal, selama ini, dirinyalah yang `mengangkat’ orang-orang yang inspiratif dengan berbagai aktivitas mereka yang berdampak positif sekaligus menjadi `cahaya’ bagi orang banyak.
            Andi Noya menceritakan kisahnya dengan rinci sejak ia dilahirkan. Banyak pengalaman yang pahit ia alami. Terlahir dengan memiliki darah belanda, tumbuh pada tahun 1960an dan hidup di tengah masyarakat Jawa adalah bukan hal yang mudah. Andy sempat menyesal terlahir sebagai keturunan Belanda karena lahir sebagai keturunan Belanda pada masa itu menjadi siksaan untuknya. Banyak yang tidak menyukainya sehingga ia hidup di antara ketakutan.
            Selain dari lingkungan yang membuat Andy tidak nyaman, ia terlahir dengan kondisi ekonomi yang tidak bisa dibilang cukup. Ibunya bekerja sebagai penjahit, sedangkan ayahnya meninggalkan keluarga sejak ia kecil. Andy sempat merasakan tinggal mengungsi ke rumah saudaranya dan tidur sekamar bertiga, bahkan tinggal di tempat parkir pun Andy pernah. Pada masa itu juga Andy mulai membenci orang-orang kaya. Hidupnya semakin berat semenjak Andy tidak sengaja memecahkan kaca spion mobil orang. Akibat perlakuannya itu, ibunya menanggung beban yang berat
            Karena ia ditekan dengan kondisi ekonomi yang buruk, Andy menjadi nakal. Kenakalan ini juga disebabkan Andy tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang semestinya dari orang tuanya. Andy menjadi susah diatur. Kenal dengan geng tiga bersaudara, Andy menjadi brutal dan tidak jelas kelakuannya, dari mencuri hasil kebun sampai hampir menjadi kriminal sampai-sampai ada yang meramalnya bahwa kelak ia akan menjadi penjahat.
            Selanjutnya, buku ini menceritakan Andy setelah menjadi dewasa, saat ia berkarir menjadi jurnalis. Saat menjadi wartawan di media massa sampai menjadi direktur di media ternama. Bagaimana ia bertemu, berjuang dengan Surya Paloh supaya Media Indonesia lebih berkembang dan membentuk Metro TV. Semua keberhasilan yang diraihnya tidak mulus, banyak cobaan yang ia hadapi dengan kegigihannya dalam berusaha. Bagaimana pengalaman berat Andy sebagai wartawan. Bagaimana banyaknya ancaman untuk Andy saat bekerja sebagai wartawan. Bagaimana media massa yang ia tempati saat itu diberedel pemerintah.
            Dengan bahasa keseharian yang digunakan penulis dalam buku ini, membuat pembaca seperti sedang mendengarkan cerita langsung dari Andy. Alur penulisannya selalu membuat kita ingin terus membalikkan halaman. Cerita yang dikemas begitu padat dan tidak berlebihan. Tata letak yang cukup baik dengan ukuran tulisan yang tidak terlalu kecil membuat nyaman saat membaca. Penjilidan buku ini pun juga sama baiknya dengan ukuran jenis kertas dan cover.
            Dengan segala keunggulan yang dipaparkan bisa disimpulkan buku ini layak untuk dibeli dan dibaca. Dengan harga Rp 89.000, pembaca tidak akan merasa rugi membeli buku setebal 436 halaman dengan sisipan halaman kutipan yang berwarna dan memang sulit menemukan kelemahan dari buku ini. Andy Noya pada wawancaranya mengatakan bahwa ia dan penulis tidak mengambil royalti dari buku ini. Andy dan Robert murni menerbitkan buku ini untuk dibaca banyak orang dan menginspirasi. Jelas buku ini tidak ada niatan untuk meraup keuntungan bagi Andy dan Robert. Buku ini adalah buku yang membuat kita harus melakukan kebaikan sekecil apa pun lewat apa yang diceritakan Andy.

Menanggapi Resensi “Pesan Dagang dan Pesan Politik – Hendrowiyanto” Oleh Agustiana Fajri



Buku : Melipat Air “Jurus Budaya Pendekar Tionghoa”
Karya : Agus Darmawan T.

Menanggapi Resensi yang berjudul “Pesan Dagang dan Pesan Politik” dari buku Melipat Air “Jurus Budaya Pendekar Tionghoa” karya Agus Darmawan T. Tanggapan mengenai resensi ini berdasarkan pada teori Gorys Keraf tentang resensi. Dalam teorinya tentang resensi, Gorys Keraf membagi empat pokok yang dapat dijadikan sasaran penilai sebuah buku atau karya yaitu : Latar belakang, macam atau jenis buku, keunggulan buku, dan nilai buku.
Di bagian latar belakang yang meliputi tema, resentator tidak menjelaskan secara singkat apa tema dari buku tersebut, penjelasan mengenai tema juga tidak dilengkapi dengan deskripsi mengenai isi buku. Jika kita melihat kembali teori Gorys Keraf, seharusnya penyajian tema yang di sajikan secara singkat itu dapat dilengkapi dengan deskripsi mengenai isi buku  tersebut.  
Selain itu, jika melihat pada bagian awal resensi, resentator tidak memperkenalkan penulis buku yang diresensinya, sehingga rasa ketertarikan mulai memudar, seharusnya resentator sedikit membahas biografi penulis yang bertujuan untuk memperkenalkan siapa orang dibalik buku tersebut, ketenaran apa yang sudah diperolehnya, buku atau karya yang telah ditulisnya, bahkan menurut Gorys Keraf perlu juga menjelaskan, mengapa ia menulis buku gtersebut.
Sedangkan jika beralih kepada macam atau jenis buku, resentator tidak menjelaskan buku ini termasuk kedalam buku fiksi atau non fiksi. Akan tetapi, dari beberapa kutipan mengenai isi buku tersebut bisa diketahui bahwa buku tersebut adalah non fiksi, dengan bahasanya yang sedikit formal, menjadi pengas keseriusan buku tersebut. Sekarang beralih kepada penjelasan Gorys Keraf mengenai macam atau jenis buku, menurut Gorys Keraf walaupun terdapat perbedaan-perbedaan antara berbagai macam pembaca, namun masih terdapat suatu kesamaan umum pada mereka yaitu : mereka semua ingin mengetahui sesuatu bila ada sebuah buku baru diterbitkan. Mereka ingin mengetahui : Buku itu macam apa ? bahkan Gorys Keraf menegaskan bahwa penulis resensi yang mengabaikan pernyataan ini, sengaja atau tidak sengaja sudah gagal dalam melaksanakan tugasnya. Resentator harus menjelaskan kepada pembaca buku yang baru diterbitkan itu termasuk dalam golongan buku yang mana.  
Sekarang coba melihat dari segi keunggunlan buku. Pada resensi ini resentator sudah berusaha menjelaskan keunggulan buku dengan baik, sehingga ada beberapa kutipan buku yang dituliskan dalam resensi ini, seperti “Hei, kamu masih hidup ? ku kira kau sudah mati, tenggelam api revolusi!” dalam kutipan tersebut resentator sudah berusaha memperkenalkan bahwa buku tersebut berbicara masa lampau, mungkin ketika zaman revolusi. Walaupun tidak sesuai teknik penulisan yang seharusnya memperkenalkan penulis buku, tapi untuk sebuah sapaan kutipan dari buku yang diresensi tersebut dirasa sedikit sesuai. Sedangkan menurut Gorys Keraf tentang keunggulan buku, penulis resensi pertama-tama memperkenalkan organisasinya. Yang dimaksud dengan organisasi adalah kerangka buku itu, hubungan  antara satu bagan dengan bagan lainnya. Setelah itu, Gorys Keraf mengibaratkan bahwa penilaian mengenai organisasi ini dapat dibandingkan dengan bagaimna kita melihat sebuah hutan. Untuk menilai sebuah hutan pertama-tama harus melihat dari jauh, bagaimana pemandangan keseluruhannya, apa daya tarik dari jauh. Sesudah melihat hutan dari jauh, baru kita menilai dari dekat dengan masuk kedalamnya.
Kemudian ada nilai buku, di dalam resensi ini resentator tidak begitu jelas mengemukakan isi buku, tidak adanya penjelasan mengenai karya-karya penulis yang lainnya menjadikan resensi ini tidak mudah diketahui keunggulan bukunya. Sehingga resensi ini tidak memberikan sugesti kepada pembaca apakah buku tersebut patut dibaca atau tidak. Padahal menurut Gorys Keraf, tugas pertama seorang resensi adalah memberi sugesti kepada para pembaca apakah sebuah buku patut dibaca atau tidak. Ia harus melukiskan dasar-dasar bagi pendapatnya itu, serta kriteria-kriteria yang dipergunkan untuk memberikan pendapatnya itu. Nilai sebuah buku akan lebih jelas bila dibandingkan degan karya-karya lainnya, baik yang ditulis oleh pengarang itu sendiri, maupun yang ditulis oleh pengarang-pengarang lainnya.

Sabtu, 04 Juni 2016

Fase Kritis Kehidupan Berumah Tangga

Oleh: Zahra Salsabila


Dalam dunia penerbangan, ada yang namanya Critical Eleven. Sebelas menit yang paling kritis di dalam pesawat, yaitu tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing. Menurut Anya, tokoh utama dalam novel ini, hal tersebut sama seperti saat bertemu orang baru. Tiga menit pertama saat bertemu orang itu dan delapan menit terakhir sebelum berpisah dengan orang itu. Bagaimana senyumnya, tindak tanduknya, ekspresi wajahnya, dan sebagainya.

Anya menghabiskan banyak waktunya di dalam pesawat sehingga teman-temannya bilang bahwa ia akan bertemu jodohnya di dalam pesawat. Dugaan itu memang benar, ia bertemu dengan lelaki bernama Aldebaran Risjad, atau yang biasa dipanggil Ale, dalam sebuah penerbangan dari Jakarta menuju ke Sidney.

Hubungan mereka semakin lama semakin dekat hingga sampai ke jenjang pernikahan. Beberapa bulan kemudian, kabar bahagia hadir di antara pasangan muda itu. Anya mengandung buah hati mereka. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama karena kandungan Anya mengalami keguguran. Hal tersebut membuat mereka depresi hingga suatu saat mereka bertengkar hebat karena saling tersulut emosi.

Enam bulan mereka menjalani kehidupan berumah tangga tanpa keromantisan atau keharmonisan setelah pertengkaran itu. Hanya beberapa percakapan formal dan basa-basi layaknya dua orang asing. Walaupun begitu, mereka tetap tinggal di satu atap. Mereka juga bersandiwara di depan orang tua mereka masing-masing, seakan rumah tangga mereka masih baik-baik saja seperti dahulu.

Namun, Ayah Ale mengetahui bahwa hubungan suami istri itu sedang tidak mulus. Maka, Ayah Ale yang penggemar kopi memberikan nasihat seperti ini, “Istri itu seperti biji kopi sekelas Panama Geisha1 dan Ethiopian Yirgacheffe2, Le. Kalau kita sebagai suami—yang membuat kopi—memperlakukannya tidak tepat, rasa terbaiknya tidak akan keluar. Aroma khasnya, rasa aslinya yang seharusnya tidak keluar, Le. Rasanya nggak pas. Butuh waktu lebih dari dua tahun dulu baru Ayah merasa sudah memperlakukan ibu kamu sebagaimana seharusnya dia diperlakukan. Dari mana Ayah tahu sudah bisa? Dari perlakuan Ibu ke Ayah. Memang butuh belajar lama, butuh banyak salah dulu juga, tidak apa-apa. Yang penting kita tekun, sabar, penuh kesungguhan, seperti waktu kita membuat kopi, Le. Bedanya dengan kopi, kalau kita sudah bingung dan putus asa, bisa cari caranya di Internet. Tinggal google. Istri tidak bisa begitu, harus kita coba dan cari caranya sendiri.” (Halaman 56)

Novel bergenre roman ini banyak mengandung pelajaran dan hikmah yang dapat diambil untuk kehidupan berumah tangga. Contohnya seperti yang telah dikemukakan di paragraf sebelumnya, yaitu nasihat dari Ayah Ale. Selain itu juga masih banyak hal-hal lain yang tentu saja tidak dapat dijelaskan semua di sini.

Hubungan antar bab dalam novel ini mungkin akan agak membingungkan bagi orang yang belum terbiasa karena alur novel ini adalah maju mundur. Dimulai dari kenangan yang muncul di pikiran Anya saat ia pertama kali bertemu dengan Ale di pesawat. Namun, lama kelamaan pembaca akan merasa terlarut ikut masuk ke dalam cerita karena pembawaan penulis yang tidak terburu-buru dan cukup jelas, sehingga pembaca tidak akan merasa bosan.

Bahasa yang digunakan dalam novel ini cenderung lebih ke bahasa sehari-hari, karena ini termasuk ke dalam metropop atau sastra populer. Dialognya juga banyak menyisipkan bahasa Inggris, mungkin karena sang penulis ingin menonjolkan sisi modernitas dalam novel ini.

Sayangnya, novel ini menggunakan kertas yang mudah kuning dan jilidan yang kurang kuat sehingga jika dibaca berulang-ulang, kertas akan mudah terlepas dari jilidannya. Hal tersebut cukup mengganggu karena hampir semua aspek dalam novel ini sudah bagus, hanya tekniknya saja yang kurang. Sampul depannya juga kurang begitu menarik hati pembaca, walaupun memang masih berhubungan dengan pesawat dan udara.

Novel yang ditulis oleh seorang wanita bernama Ika Natassa yang berprofesi sebagai banker ini berjudul Critical Eleven dan diterbitkan pertama kali oleh Gramedia Pustaka Utama pada Agustus 2015 setebal 344 halaman dan dapat dibeli dengan harga Rp.79.000,-

Ika Natassa memiliki hobi menulis dan fotografi. Critical Eleven adalah novel ketujuhnya setelah A Very Yuppy Wedding (Gramedia Pustaka Utama, 2007), Divortiare (Gramedia Pustaka Utama, 2008), Underground (self-published dengan nulisbuku.com, 2010), Antologi Rasa (Gramedia Pustaka Utama, 2011), Twivortiare (Gramedia Pustaka Utama, 2012), dan Twivortiare 2 (Gramedia Pustaka Utama, 2014). Semua novel yang ia tulis pasti masuk dalam jajaran best seller di toko-toko buku. Ika selalu menulis novel bergenre roman dewasa dan ciri khasnya ialah menceritakan tentang kehidupan berumah tangga dengan para tokoh yang modern, tinggal di Jakarta, dan banyak berbicara dengan bahasa Inggris.



1Panama Geisha adalah salah satu biji kopi terbaik di dunia, tumbuh di dataran tinggi wilayah Boquete di barat Panama.
2Ethiopian Yirgacheffe adalah coffee beans yang tumbuh di bukit-bukit barat di barat daya Ethiopia, terkenal sebagai Ethiopia’s Crown and Glory karena kualitas dan rasanya sangat distinctive.

(Ringkasan Bab II Skripsi) Relasi Kuasa dalam Novel Ritual Gunung Kemukus Karya F. Rahardi: Sebuah Kajian Semiotika

Oleh: Zahra Salsabila

2.1. Ideologi Kepemimpinan Jawa
Orang Jawa menganggap alam batin berasal dari Tuhan, sehingga dianggap suci. Dengan demikian, menurut pandangan orang Jawa kekuasaan selalu bersumber sama, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, sehingga jika ada penguasa yang bertindak sewenang-wenang, maka kekuasaannya tidak akan bertahan lama.
2.2. Rezim Orde Baru
Sistem pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto dapat digambarkan seperti sebuah piramida yang puncaknya secara keseluruhan didominasi oleh sebuah institusi tunggal yaitu Presiden.
2.2.1. Orde Baru dan PKI
Pada masa Orde Baru, para tahanan politik dalam tragedi G30S/PKI diasingkan di beberapa tempat di Indonesia.
2.2.2. Relasi Kekuasaan Orde Baru
Orde Baru memiliki relasi kuasa yang merupakan anggota institusional dari sistem kekuasaan.
2.2.2.1. Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban
Lembaga ini merupakan jantung kekuasaan Orde Baru yang mengkoordinasi sejumlah badan intelejen.
2.2.2.1.1. Kedudukan Legal KOPKAMTIB
Lembaga ini berwenang untuk menggunakan seluruh sumber daya negara Indonesia untuk menghancurkn apa saja yang dianggap sebagai ancaman terhadap negara, ideologi negara Pancasila dan UUD 1945 atau pun pembangunan ekonomi.
2.2.2.1.2. Tujuan dan Fungsi KOPKAMTIB
Lembaga ini memiliki wewenang menangkap, memata-matai, menginterogasi orang yang dicurigai melawan pemerintah. Jika Kopkamtib sudah turun, maka tidak ada lembaga lain yang bisa mencegah. Termasuk Polri dan ABRI.
2.2.2.2. Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Meskipun lembaga militer ini selalu menampilkan citra solid dan independen, namun dalam tubuh ABRI selalu terdapat perpecahan kelompok.
2.2.2.3. Kepolisian
Peran Kepolisian dipangkas begitu ketat pada masa Orde Baru sehingga hanya sebatas penegak hukum.
2.2.2.4. Pers
Pada masa Orde Baru, pers dapat dikatakan tidak ada fungsinya, yang terlihat hanya sebagai boneka penguasa karena tidak adanya kebebasan berpendapat.
2.2.2.5. Kelompok Islam
Penguasa Orde Baru pada dua dekade terakhir kekuasaannya tampak mendorong perkembangan aspirasi Islam.
2.3. Mitos dan Kebatinan di Indonesia
Di Indonesia, mitos masih berpengaruh dalam kehidupan masyarakat, baik masyarakat di pedesaan maupun di daerah perkotaan. Mitos di Indonesia paling sering terdapat di daerah Jawa.
2.3.1. Mitos Pangeran Samudro
Mitos ini berkembang di Gunung Kemukus yang terletak di desa Pendem, Sumber Lawang, Sragen. Berada di 30 km sebelah utara kota Solo. Di puncak gunung tersebut, terletak makam Pangeran Samudro. Mitos yang berkembang adalah bahwa peziarah harus melakukan hubungan seksual sebagai salah satu syarat dalam ritual peziarahan. Para peziarah percaya bahwa hal tersebut merupakan suatu keharusan jika keinginan mereka ingin cepat terwujud.
2.3.1.1. Mitos Versi Pemerintah
Menurut versi pemerintah, Pangeran Samudro adalah tokoh penting yang mendukung berdirinya kerajaan Demak. Pangeran Samudro beragama Islam dan dididik oleh Sunan Kalijaga.
2.3.1.2. Mitos Versi Penduduk Sekitar
Menurut versi penduduk asli, Pangeran Samudro adalah seorang pelarian dari kerajaan Majapahit dan bergama Syiwa-Hindu. Dalam versi masyarakat setempat, Pangeran Samudro melarikan diri dari serbuan balatentara kerajaan Demak dan dia melambangkan kesengsaraan serta ketertindasan masyarakat yang mengalami perubahan besar-besaran setelah kerajaan Majapahit runtuh.
2.3.2. Perkembangan Mitos Pangeran Samudro dan Ritual Seks di Gunung Kemukus
2.3.2.1. Tahun 1960-an: G30S PKI dan Mitos Pangeran Samudro
Hubungan antara mitos Pangeran Samudro dengan G30S/PKI adalah karena Gunung Kemukus bekas basis Partai Komunis Indonesia (PKI), dan sebagian besar masyarakat di sana terlibat dalam golongan tersebut, baik secara aktif maupun simpatisan yang pasif.
2.3.2.2. Tahun 1980-an: Waduk Kedung Ombo
Setelah Gunung Kemukus diambil alih oleh Dinas Pariwisata, Presiden Soeharto membuat rencana membangun proyek raksasa Waduk Kedung Ombo. Bagi siapapun yang menentang, akan dianggap sebagai anggota PKI.
2.3.2.3. Di era 1990-an: Tafsiran Baru
Pada saat krisis moneter, jumlah peziarah di makam Pangeran Samudro meningkat pesat. Hal ini karena sebagian besar masyarakat mencari harapan dengan mitos. Mitos tumbuh subur dalam waktu kekacauan dimana hilangnya kendali rasionalitas masyarakat dan dimana masyarakat ingin memulihkan diri ke waktu yang lepas dari teror dan ketertindasan.
2.3.2.4. Di era 2000-an: Komodifikasi Budaya
Kini, di sekitar lokasi makam beridiri warung-warung dan kamar untuk para peziarah melakukan ritual seksual.
2.4. Seksualitas Masyarakat Jawa
Kegiatan seksual menyangkut atau mengarah pada persetubuhan dan reproduksi. Seksualitas sering pula dihubungkan dengan kegiatan-kegiatan yang diberi bentuk ‘kultural’ dengan seperangkat nilai-nilai yang melatarbelakanginya dalam suatu interaksi sosial, sehingga hubungan seksualitas dapat merefleksikan nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku dalam suatu masyarakat. Walaupun demikian, konsepsi seksualitas dalam suatu masyarakat mungkin tidak akan sama dengan masyarakat lainnya.
2.4.1. Seksualitas dan Kekuasaan
Menurut konsepsi tradisional Jawa, seksualitas merupakan bagiandari keperkasaan dan kekuasaan. Jika seorang raja memiliki potensi seksual yang besar, maka dipercaya kerajaannya akan menjadi makmur. Makin banyak anak keturunan raja itu, semakin makmur pula rakyatnya.
2.4.2. Idealitas Perempuan Jawa
Dalam masyarakat Jawa, seorang perempuan harus memiliki tiga sifat yaitu merak ati, gemati lan luluh. Artinya adalah pandai menjaga kecantikan lahir batin, bertutur sapa dengan santun, pandai mengatur pakaiannya, murah senyum, luwes gerak-geriknya, dan bertindak sesuai irama. Sedangkan gemati artinya menyelenggarakan kewajiban sebagai istri dengan sebaik-baiknya, dan luluh artinya penyabar, tidak keras kepala, menerima segala masalah dengan hati lapang.
2.4.3. Isu Pelegalan Seks Bebas di Indonesia
Adanya pekerja seks komersial yang telah lama berkembang di Indonesia tentu saja berbeda dengan konsepsi perempuan menurut Jawa. Pemerintah menyetujui komersialisasi seks pada tahun 1852 dengan syarat harus melakukan tes kesehatan secara rutin untuk menghindari penyakit kelamin.
MERINGKAS SKRIPSI
“Representasi Tokoh Pocong dalam Penulisan Kreatif di Twitter ( Studi Kasus Novel Poconggg Juga Pocong Karya Arief Muhammad)”
oleh Ulya Yurifta
2.1  Twitter
2.1.1 Definisi twitter
Twitter adalah jejaring sosial yang banyak digunakan oleh kalangan saat ini yang dapat menerima pesan sepanjang 140 karakter. Twitter dapat diakses menggunakan internet dengan kecepatan yang lambat, karena tidak memasukkan foto dan video. Seseorang penulis pesan atau tweet di Twitter di sebut author.
2.1.2 Konten Twitter
Twitter mempunyai logo tersendiri, yang berlambangkan burung yang berwarna biru, atau sering di sebut “Larry the Bird”, yang dinamai oleh seorang mantan pemain basket NBA, Larry Bird. Berikut fitur-fitur yang dimiliki oleh Twitter : Tweets atau kicauan berisi update status dari pengguna. Pengguna dapat menulis pesan berdasarkan topik dengan menggunakan hastag atau dengan lambang (#) sedangkan untuk membalas pesan dari pengguna lain bisa menggunakan mention atau dengan lambang  (@). Retweet. Retweet yang bisa di singkat menjadi RT adalah pengulangan suatu tweet. Home. Home atau yang bisa disebut sebagai halaman utama adalah menampilkan tweet-tweet yang kita ikuti akunnya(following). Profile. Pada bagian profile, akan muncul akun profile kita, yang berisi: nama panjang, nama akun twitter, biodata, pengikut kita(followers), yang kita ikuti(following), halaman web, dan terkahir lokasi. Followers. Followers adalah seseorang dari pengguna lain yang ingin menjadikan kita sebagai teman. Jika kita menjadikkan balik seseorang tersebut, maka tweets atau kicauan dia akan masuk dalam home kita. Following. Following merupakan kebalikannya dari followers, following merupakan aku seseorang yang kita ikuti dan tweet/kicauan yang kita ikuti tersebut akan masuk ke dalam halaman utama. Mentions. Mentions merupakan balasan dari percakapan agar sesama pengguna bisa langsung memadai seseorang yang akan diajak berbicara. Favorite. Kegunaan dari favorite adalah untuk menandai kicauan yang ingin kita simpan dan tidak bisa hilang. Direct message. Singkatan dari direct message sendiri adalah DM, DM ini bersifat pribadi, hanya antara si pengirim dan yang menerimanya lah yang bisa melihat. Timeline. Timeline merupakan isi atau kumpulan dari akun yang kita ikuti, dan bisa juga yang mengikuti kita akan masuk kicauannya di dalam timeline kita, jikalau kita ingin berteman balik dengannya. Hastag. Penanda yang ditulis didepan topik tertentu agar pengguna lain bisa mencari topik yang sejenis dengan kita, hastag disini berlambangkan (#).Trending tropic. Trending tropc adalah topik yang sedang banyak dibicarakan oleh banyak pengguna dalam waktu yang bersamaan.


2.1.3 Sejarah twitter
Twitter adalah sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter.Inc sejak tahun 2006 oleh Jack Dorsey, twitter telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia dan saat ini memiliki lebih dari 100 juta pengguna.
Kemunculan dalam twitter di peloporkan pada bulan Maret 2006 oleh Jack Dorsey. Dan awalan nama twitter adalah bukan twitter, yaitu twttr. Setelah di sahkan oleh Dorsey, barulah twttr menjadi Twitter. Sosok yang juga membantu perubahan twttr menjadi Twitter yaitu: Noah Glass, Evan Williams, dan Biz Stone. Evan Williams, salah satu pendiri Twitter mengungkapkan bahwa pihaknya harus membayar USD 7.500 atau sekitar Rp. 70 juta untuk membeli domain Twitter.com ketika mereka mengurus perubahan nama dari twtrr ke Twitter.
2.1.4 Mendongkrak Kepopuleran dari Twitter
Penggunaan dalam twitter akan menjadi lebih aktif jika ada kejadian yang menonjol, seperti pada tahun 2010, adanya piala dunia, banyak pengguna twitter yang berkicau hingga 2940 kicauan perdetik. Dengan contoh lain dengan meninggalnya penyanyi Michael Jackson, ada 100.000 kicauan, dan banyak juga yang menggunakan hastag(#).
2.1.5 Kekuatan Twitter
Twitter di dirikan pada tahun 2006, dan twitter sudah mengalahkan akun sosial media lainnya. Yang dimana pada dasarnya konsep twitter adalah evolusi dari pesan melalui media mobile.
2.1  Cybersastra
Cyber berarti tidaklah berdiri sendiri. Cybersastra berkaitan dengan kemampuan seseorang kemajuan teknologi komunikasi. Salah satu yang memanfaatkan cybersastra melalui twitter adalah Arief Muhammad. Arief Muhammad menerbitkan novel PJP. Fenomena kicauan sastra ini khususnya novel PJP merupakan perkembangan cybersastra di Indonesia. PJP dikatakan sastra populer karena tema acara penyajian teknik Bahasa dan penulisannya mengukuti pola umum yang tengah digemari masyarakat pembacanya yang menjadi populer di Indonesia.
2.2.1 Cybersastra yang memanfaatkan twitter
Selain Arief, seorang penulis novel dari San Fransisco, Amerika Serikat nekat mengadu peruntungan di twitter. Matt Stewart baru saja menyelesaikan novel berjudul “The French Revolution” sebanyak 480 ribu karakter. Stewart kesulitan menemukan penerbit, ia beralih ke twitter. Dia memecah novelnya menjadi 3.700 bagian.


2.2  @poconggg
2.3.1 Ide pembentukan akun @poconggg
Pada bulan Maret 2010, Arief berpikir keras akan eksistensinya lewat akun twitter, agar makin membuat penasaran, ia menyembunyikan dari sosok followers. Namun, akhirnya ia maju sendiri tanpa ada yang tahu bahwa ia adalah Arief Muhammad.
2.3.2 Perkembangan akun @poconggg
Selain membuat sebuah akun di twitter. Pemilihan nama ini diambil dari salah satu jenis hantu yang cukup fenomenal. Awalnya, tidak ada satupun yang mengetahui identitas poconggg tersebut, barulah pada bulan September 2011, identitas si poconggg dibongkar oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya sama sekali.
2.3.3 Transformasi poconggg: dari twitter ke buku

Arief Muhammad, adalah salah seorang mahasiswa fakultas hukum Universitas Trisakti Jakarta. Selain jadi selebritas di dunia maya, ia juga bertransformasi menjadi penulis. Ia menghasilkan buku Pocong Juga Pocong setebal 200 halaman melalui penerbit bukune. Kesuksesan buku PJP juga berhasil diangkat menjadi sebuah film dengan judul yang sama.